Sabtu, 21 Mei 2011

Sandaran sebuah harapan

senyummu riuh bagai gerimis seperti angin yang tak pernah diam slalu beranjak setiap saat dalam jalan roda waktu dan inilah sebait syair kecupan harapan yang tertitip oleh dunia.dimna agar kau dapati bunga mawar.dan butiran waktu bersemi.izinkanlah aku rindu tentang senyum kecilmu dan biarkan ku bernyanyi demi hati yang risalah ini.bagai di tengah telaga butiran rindu itu beranjak menepi hingga kau sadar betapa indahnya tebaran asmara yang kau taburakn dalam lubuk hatiku.
aku mulai ragu pada keberanianku untuk mengejarmu dan aq seperti terjebak hingga aq memilih cara ini.dan ketika engkau datang aku pejamkan mataku samar kudengar suarmu lembut terucap seketika itu sukma melambung dan saat itu aku ingin pergi dan membiarkan kandas di jalan.aku mulai sadar dan berlari dan untuk menghindarimu sejauh mungkin.dan itu seperti cintaku kandas di ujung rerumputan.
ada sisa suara yang tergambala dalam hati yang terus mengejarku dan mengntuiku mengendali segala gerak naluriku.maafkan waktu itu bila aku tulisakn harapan itu dan tampak berlebihn sekarng saat engkau pergi masih saja engkau tinggalkan kenangan-kenangan.disini kau petikan nada indah dalam larian tetesan air mata dan sekarng aq baru mengerti senyumu adalah senyum perkenalan.disini hanya ada gamabrmu yang aq simpan dalam hidupku.oh..katakan lah disatu mimpiku.dan maafkan semua salah dan khilafku yang hadir pada bayang-bayang sanubari cerita namamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar